Jumat, 30 Juli 2010

Penemuan Emas Batangan Bergambar Soekarno Dan Kristal Tokoh Kewayangan

 .
Warga Cempaka, Kalimas, Pontianak, Kalimantan Barat dihebohkan dengan penemuan emas batangan dengan gambar tokoh pewayangan.
Logam mulia itu ditemukan saat warga membersihkan parit. Penemunya mengaku bermimpi aneh sebelum menemukannya.





SEJAK Rabu 24 Juni lalu, rumah Muslim di Dusun Cempaka, Desa Kalimas ramai dikunjungi. Warga ingin melihat emas batangan yang ditemukan Muslim bersama tiga temannya.

Sudah tiga tahun Muslim tinggal di Kalimas. Sebelumnya dia berdiam di Teluk Pakedai. Rumahnya yang sekarang dibeli dari seorang kenalannya.
“Rumahnya saya beli. Tapi tanahnya warisan dari bapak. Saya baru tinggal di Kalimas,” kata Muslim.

Sebelum menemukan emas, Muslim mengaku bermimpi didatangi delapan ekor ular. Tujuh ekor ular berhasil dibunuhnya, satu lagi dilemparkan ke luar rumah. “Saya juga mimpi diserang penyengat dan naik sampan besar persis di sungai depan rumah. Mimpi itu berbeda dari mimpi biasanya,” ungkapnya.

Rumbaka, satu satu teman Muslim, mengaku sudah menggali parit sejak beberapa waktu lalu. Ia juga mengaku mendapatkan mimpi yang aneh. “Mimpi itu saya sangka adalah petunjuk untuk nomor togel. Setelah mimpi itu berinisiatif membeli togel. Siapa tahu beruntung. Tapi setelah dicoba sampai tiga kali keberuntungan tidak datang,” ujarnya.

Ternyata mimpi itu, lanjutnya, merupakan tanda bahwa dia akan menemukan emas itu. Sekitar pukul 17.00, saat sedang melanjutkan penggalian parit tiba-tiba merasakan seperti ada benda keras mengenai tangannya. ‘’Setelah saya pegang ternyata warna benda itu kuning, dan persegi panjang, kemudian saya mengangkat barang itu, ternyata sebuah emas,” ulasnya.

Hal sama juga dialami Muslimin, yang juga salah satu orang yang mendapatkan barang berharga itu. Saat menemukan, kejadiannya sama dengan yang dialami Rumbaka. Jarak penemuan emas pertama dengan ke dua berkisar satu atau dua meter. “Saya juga sedang bekerja di tempat Pak Muslim, saat itu saya sedang memecah tanah dan merasakan ada benda keras menyentuh tangan, kemudian saya angkat yang benda itu adalah emas,” ujarnya.

Musa (40), yang juga warga di Desa Kalimas, menemukan benda di tempat yang sama. Namun kali ini, ia menemukan benda seperti telur berwarna bening. Isinya di dalamnya adalah wayang tokoh semar, yang diperkirakan juga dari emas. “Kalau saya menemukan di ujung parit dekat dengan sungai, saat itu kami ingin menanam pohon pisang di pinggir parit baru itu,” paparnya.

Yani, warga masyarakat Desa Kalimas mengatakan di tempat itu sering ditemukan benda-benda berharga yang memiliki nilai sejarah. Sebelumnya juga pernah ditemukan beberapa meriam kecil. “Memang tempat kami sudah sering sekali adanya penemuan benda-benda kuno. Menurut cerita, dulunya banyak orang kaya yang menyembunyikan harta bendanya dengan dikubur di tempat ini,” katanya.

Yani menyayangkan belum adanya perhatian dari pemerintah terhadap temuan-temuan benda kuno itu. Pernah meriam yang sudah diamankan petugas, sampai sekarang tidak ada kabarnya. “Jadi kalau penemuan sekarang ini kalau memang dijadikan benda bersejarah atau diambil oleh museum, diharapkan ada imbal balik kepada penemu serta pemilik tanah, sehingga masyarakat merasa dihargai,” tukasnya.

Baik Muslim, pemilik tanah, dan ketiga pekerja itu, sepakat apabila barang temuan ini diambil. Setidaknya ada ganti ruginya. Uang itu akan dipakai untuk memperbaiki tempat ibadah di desanya, serta sedikit uang lelah bagi yang menemukan. “Boleh saja benda ini diambil, namun kami setidaknya mendapatkan ganti rugi,” katanya.

Terkait penemuan emas batangan warga Desa Kalimas, Juniar Purba, sejarawan muda menilai perlu penelitian. ‘’Kalau hanya sekadar temuan emas batangan itu merupakan kewenangan dari dinas pariwisata, kalau BKSNT hanya mengkaji benda-benda yang diduga mengandung nilai sejarah,” jelasnya.

Kemungkinan, lanjutnya, benda-benda itu merupakan peninggalan orang biasa. “Kalau dilihat dari sejarah sendiri kawasan Kalimas belum ada bukti sebagai tempat penyimpan benda bersejarah,” tandasnya

0 komentar:

Poskan Komentar